Powered by Blogger.
RSS
Showing posts with label Non Fiksi. Show all posts
Showing posts with label Non Fiksi. Show all posts

Move On Nggak Pake Lama




Judul      : On For Teens – Move On Nggak Pake Lama
Penulis   : Dhian Motiva Teens
Penerbit : Mizania – PT Mizan Pustaka
Cetakan : Oktober 2014
Tebal     : 239 Halaman
ISBN     : 978-602-1337-27-1

Tahun Baru menyimpan harapan baru. Bila pada tahun sebelumnya, masih banyak hal yang belum tercapai, maka terbuka kesempatan untuk meraihnya di tahun yang baru ini. Semua tergantung pada usaha yang dilakukan. Akankah segera bangkit atau terus terpuruk meratapi nasib.

Buku “On For Teens” mengajak pembaca untuk menyusun strategi demi meraih hidup yang sukses dan mulia. Diawali dengan ‘formula rahasia’, bahwa Tak seorang pun bisa mengubah hidup kita, kecuali kita sendiri (halaman 13). Kekuatan ada di tangan kita. Tuhan sudah menganugerahkan modal dan potensi yang sama. Tinggal bagaimana kita memanfaatkannya dengan baik.

Namun di tengah perjuangan untuk menjadi lebih baik, bisa saja tiba-tiba kehilangan semangat dan antusiasme. Motivasi menguap. Akhirnya kembali pada kebiasaan-kebiasaan lama yang tidak sehat. Menyiasati hal ini, perlu ditanamkan pemahaman tentang komitmen. Berdasarkan kalkulasi matematika, cuma ada 5% orang sukses di muka bumi. Orang-orang ini menetapkan dan menepati komitmen untuk sukses (halaman 34).

Sebaliknya, yang 95% orang biasa-biasa saja. Mereka hanya berharap ingin sukses. Mereka hanya melakukan tindakan-tindakan yang membuat nyaman. Tidak mau keluar dari zona nyaman. Mereka punya banyak alasan untuk tidak melakukan sesuatu (halaman 35).

Komitmen akan menjadi kekuatan awal dalam membangun perubahan. Di dalamnya pasti ada banyak tantangan dan ujian. Bahkan binatang pun harus melewati ujian dan tantangan berat. Seperti ulat yang hendak berubah menjadi kupu-kupu. Ia harus berpuasa 3 bulan non-stop. Demikian juga burung elang. Ia harus mengalami masa sakit yang panjang ketika mencabuti bulu-bulu sayapnya satu per satu, mencabut kuku-kuku kakinya, serta menghancurkan paruhnya. Tapi perjuangan berat itu kemudian membuat elang menjelma menjadi raja dari segala jenis burung dengan usia hidup yang sangat panjang (halaman 43).

Setelah memantapkan diri untuk teguh pada komitmen, selanjutnya perlu menetapkan visi. Dengan visi, tujuan akan menjadi jelas. Seorang yang punya visi untuk menjadi pengusaha dunia, tentu tidak akan mengambil kuliah jurusan kedokteran. Bagaimana cara menetapkan visi, dipaparkan jelas dengan contoh-contoh kisah orang-orang sukses di dunia. Ada cuplikan kisah Adam Khoo yang semula prestasinya hancur saat SD dan SMP, kemudian melejit bisa masuk ke SMA terbaik, hingga menjadi salah satu miliarder termuda di negaranya, Singapura. Lalu ada kisah heroik Muhammad AlFatih yang spektakuler, seorang panglima muda berusia 21 tahun yang berhasil menaklukkan Konstantinopel. Kemudian Robert T.Kiyosaki yang berjuang keras menerbitkan bukunya hingga akhirnya terjual 22 juta eksemplar di lebih dari 100 negara dan diterjemahkan dalam 50 bahasa. Dan dari tanah air, ada kisah sukses Chairul Tanjung, pengusaha yang menembus jajaran 1000 orang terkaya di dunia. Serta banyak kisah-kisah inspiratif lainnya.

Perjalanan kisah sukses selalu diwarnai dengan kegagalan. Ucapan terkenal dari Thomas Alfa Edison, yaitu: Saya tidak gagal. Saya hanya menemukan 10.000 cara yang tidak berhasil (halaman 65). Maka bagi orang sukses, kegagalan adalah pelajaran yang baik. Kegagalan memberi kesempatan untuk memperbaiki hal-hal yang perlu disempurnakan. Karena sesungguhnya sukses adalah sebuah proses. Bukan bagaimana tujuan akhir diperoleh, tapi bagaimana seseorang mampu bangkit dan menyikapi kegagalan dengan tepat.

Hal yang penting juga adalah mengelola emosi. Karena emosi bisa berubah-ubah. Kadang penuh semangat, percaya diri, dan bahagia, tapi kadang bete, malas, atau tertekan. Emosi-emosi inilah yang mampu menggerakkan atau menghentikan aktivitas. Untuk melakukan action yang dahsyat, pastikan selalu dalam kondisi emosi positif. Dan untuk menciptakan emosi positif, perlu kemampuan untuk bisa mengontrol pikiran. Bisa dengan menciptakan gambaran yang menyenangkan saat menghadapi hal yang menantang, juga gambaran menyenangkan saat cita-cita tercapai (halaman 153).

Buku ini sangat pas ditujukan bagi remaja. Langkah-langkah strategi yang harus dirancang, dipaparkan dengan kalimat-kalimat yang mudah dimengerti. Pemaparannya lugas dengan bahasa khas anak muda, dan dilengkapi dengan ilustrasi menarik. Bila langkah-langkah tersebut dipraktikkan dengan sungguh-sungguh, maka bersiaplah ada di puncak tangga kesuksesan.

#Resensi ini dimuat di harian Singgalang Minggu, tanggal 1 Februari 2015
 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Ketika Remaja Bicara



Judul                          :  Ya Rabb, Aku Galau
Penulis                        :  Aida Ahmad & Ummi K. Miqdar
Penerbit                      :  Penerbit Erlangga
Tebal Buku                :  x + 168 halaman
Cetakan                      :  2014
ISBN                           :  008-207-06-0

Saat ini sepertinya remaja dihinggapi galau sudah menjadi trend. Bagaimana mereka menyikapi kegalauan bergantung pada penerimaannya terhadap masalah yang dihadapi tersebut. Ada yang terpuruk dalam kesedihan berlarut-larut, sebaliknya ada juga yang sanggup mengubah kegalauan menjadi kekuatan untuk move on, hingga mampu memetik prestasi.
Seperti dialami Asih, yang galau karena rindu kepada ayahnya tidak berbalas. Perceraian kedua orangtuanya saat usia 9 tahun, menutup kesempatan Asih untuk sekadar menemui ayahnya. Keluarga ayahnya tidak menerima kondisi ibunya yang berasal dari keluarga miskin, bukan keturunan ningrat seperti keluarga ayahnya.
Ibunya selalu meminta Asih untuk bersabar, tapi Asih terus merengek. Hingga lima tahun kemudian ayah Asih meninggal karena kecelakaan. Asih sedih luar biasa. Ia kesal pada ibunya yang selalu menahan keinginannya untuk bertemu ayahnya, namun ia juga gusar kepada keluarga ayahnya yang tidak berhenti membenci ibunya.
Lambat laun Asih mulai bangkit oleh motivasi guru BK-nya. Kamu tahu, mengapa Rasulullah diberi kehilangan-kehilangan bahkan sebelum beliau lahir? Allah sudah menyiapkan jiwa yang kuat, tahan banting lewat kehilangan-kehilangan tersebut (halaman 16).
Kemudian Asih terpilih menjadi ketua OSIS di SMA-nya. Ia berhasil menyikapi kegalauan dengan memaknai kata “bangkit” yang dipelajari dari sekitarnya. Aku belajar kesabaran dari sikap Ibu, belajar tegar dari tangisan-tangisannya yang selalu ia sembunyikan dariku. Dukungan-dukungan sahabat yang tak pernah berhenti untukku, lalu ucapan guruku saat ini sebagai puncak apa yang harus aku lakukan setelah kehilangan hari ini (halaman 17).
Lain lagi yang dialami Bisma, remaja yang mendapat julukan trouble maker. Sejak TK, ia selalu membuat ulah. Berkali-kali pindah sekolah, karena ibunya merasa pusing akibat sering dipanggil ke sekolah untuk membicarakan perangai Bisma yang kerap membuat gara-gara.
Seiring bertambah usia, Bisma semakin galau. Dengan postur tubuhnya yang besar, ia sering dijadikan bahan olok-olok dengan sebutan “Gembul”, dan itu sangat menyebalkan baginya. Akhirnya sifat agresifnya muncul, dan teman yang mengejek serta menertawakannya pasti akan berurusan dengannya.
Aku mengalami krisis percaya diri, merasa begitu banyak kekurangan dalam diriku. Apa yang aku lakukan selalu salah. Aku hanya ingin berekspresi namun seringkali ditertawakan. Aku ingin orang lain tahu bahwa aku bisa tampil dan berprestasi. Namun caraku dalam menunjukkannya, salah. Ada saja kelakuanku yang membuat guru dan Ibu marah, biasanya karena memang aku selalu membuat rusuh di sekolah. Belum lagi nilai-nilaiku yang sering turun dari satu semester ke semester selanjutnya (halaman 122).
Setelah berulang kali keluar masuk ruangan BK dan mendapat nasehat-nasehat dari guru BK, membuat Bisma merenung dan memikirkan apa yang telah dilakukannya. Maka ia pun mulai menata diri. Ia mengejar ketinggalan pelajarannya dan ingin menunjukkan nilai ujian yang baik kepada ibunya. Ia tak ingin lagi membuat ibunya menangis. Dan dengan semangat dari dalam dirinya serta dukungan doa dari ibunda tercinta, Bisma berhasil lulus dengan baik lalu diterima di perguruan tinggi negeri ternama di Jakarta.
Kisah-kisah inspiratif lainnya dalam buku “Ya Rabb, Aku Galau” dituturkan oleh remaja yang marah karena perselingkuhan ayahnya, korban pedofilia, remaja yang pernah bekerja sebagai TKW ilegal di luar negeri, dan lain-lain. Setiap kisah kemudian dibahas dari sisi psikologi parenting yang dikuatkan dengan ayat-ayat Al-Quran maupun hadits yang terkait. Para orangtua diajak untuk memahami dunia remaja. Cara pandang dan pola pikir mereka terhadap suatu masalah, kadang tidak bisa dimengerti oleh orang dewasa karena orang dewasa tidak berusaha memosisikan diri sebagai remaja pula.
Dalam buku ini dipaparkan bagaimana menyikapi remaja yang seringkali meledak-ledak atau abai pada nasehat. Orangtua juga bisa menyelami jeritan hati remaja sehingga bisa dijadikan bekal pemahaman kala menghadapi gejolak yang dialami oleh buah hatinya kala beranjak remaja.

#Resensi ini dimuat di media smartmomways.com  

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Menyelami Kehidupan Lansia





Judul Buku                  :  Cinta & Harapan di Masa Tua
Penulis                         :  Naqiyyah Syam
Penerbit                       :  Jendela – lini Zikrul hakim
Terbit                           :  Cetakan I, Juli 2013
Tebal Buku                  :  256 halaman
ISBN                           :  978-979-063-814-3


Menjadi tua adalah sebuah kepastian. Siklus hidup akan tiba pada fase tersebut. Beragam kondisi terjadi pada masa tua, seperti: kondisi fisik menurun, mudah tersinggung, dan tidak sedikit yang kembali menunjukkan perilaku kanak-kanak, semisal: ingin dimanja dan diperhatikan, sering ngambek, bahkan mengompol di tempat tidur. Seperti yang termaktub dalam Q.S.36:68, Dan barangsiapa Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia pada awal kejadiannya. Maka mengapa mereka tidak mengerti? Makna petikan kalimat dikembalikan pada awal kejadian adalah kembali menjadi lemah dan kurang akal seperti anak kecil.

Buku “Cinta & Harapan di Masa Tua” yang ditulis Naqiyyah Syam dan kawan-kawan mengungkap beragam kisah tentang lansia (lanjut usia). Kisah-kisah yang sarat dengan hikmah. Pembaca diajak untuk menelusuri bagaimana para lansia menjalani hidup, dan bagaimana sikap kita bila hidup berdampingan dengan mereka.

Salah satu kisah yang mengharukan dituturkan Ella Sofa yang mengurus dan merawat ibu angkat yang dipanggilnya Ma’e. Ma’e adalah seorang ibu yang tulus merawatnya sejak kecil dan terus membersamainya hingga lahir dua orang cucu. Hari-hari terakhir Ma’e kerap membuat jengkel. Tubuh rentanya seperti tak mau tahu tentang apa-apa, bahkan tentang keadaannya sendiri. Ia hanya berbaring dan mengeluarkan lenguhan agak keras, menandakan ia butuh bantuan.

Mengurus Ma’e laksana mengurus bayi. Setiap habis mengompol atau buang air besar di kasur, Ella membasuh tubuh Ma’e dengan air hangat, dan memakaikan kembali baju yang bersih, lalu mengganti kain perlaknya. Begitu pula saat dimandikan dan rambutnya dikeramas, semua seperti perlakuan terhadap bayi.

Padahal dulu Ma’e seorang wanita yang kuat. Ia gesit berjualan juga menerima jahitan. Bahkan saat beranjak senja, masih sigap mengurus cucu. Namun menjelang akhir usianya, semua berubah. Selain fisiknya yang lemah tak berdaya, emosinya pun kerap tak menentu. Mudah tersinggung dan seenaknya sendiri. Dengan kesibukannya sebagai wanita bekerja dengan beragam aktivitas soaial lainnya, Ella berusaha ikhlas merawat Ma’e meski sesekali dihinggapi perasaan kesal. Dan saat Ma’e pergi untuk selamanya,hanya kebaikannya yang terkenang dan doa tulus mengiringi, semoga Allah menempatkan Ma’e di surga.

Tidak hanya kisah mengharu biru, ada juga kisah anak yang tidak memedulikan orangtuanya saat memasuki masa lansia. Nunik Utami menceritakan tentang tetangganya yang sering membentak dan berlaku kasar kepada ibunya, yang bernama Mbah Suli. Si anak mengganggap Mbah Suli sebagai beban. Disebutnya Mbah Suli sebagai nenek yang cerewet dan susah diatur. Tingkahnya seperti anak kecil, suka menangis dan merajuk. Padahal itu tidak sepenuhnya benar.

Akhirnya Mbah Suli pergi dari rumah anaknya itu. Ia diusir anaknya sendiri. Hingga pada suatu subuh, anaknya menjerit-jerit di gubuk Mbah Suli. Mbah Suli terbujur kaku, dengan badan yang dingin, tapi napasnya masih ada. Pada saat itulah, untuk pertama kalinya, semua orang melihat si anak benar-benar mengurusi Mbah Suli, sambil menunggu kondisinya membaik. Namun menjelang magrib, Mbah Suli mengembuskan napas terakhir. Si anak menangis tiada henti. Ia merasa sudah menyia-nyiakan ibunya sendiri. Penyesalan memang selalu datang terlambat.

Seluruhnya ada 19 kisah dalam buku ini. Kesemuanya membawa kita pada perenungan akan suatu fase yang pasti kelak dihadapi, yaitu masa lanjut usia. Bila saat ini mendapat kesempatan mendampingi dan merawat lansia, maka sesungguhnya itu adalah kesempatan emas untuk menunjukkan bakti kepada orangtua maupun siapa saja yang sudah berusia senja. Kesempatan tersebut merupakan ladang amal kebajikan, karena mendampingi lansia membutuhkan kesabaran berlipat. Juga menyadarkan kita bahwa mereka butuh kasih sayang, pengakuan, dan penghargaan di hari-hari akhir hidupnya.

Perintah Allah untuk berbuat baik kepaada ayah dan ibu, dapat dilihat pada Q.S.17:23-24. Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu-bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik. Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah “Wahai Tuhanku! Sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua menyayangiku pada waktu aku kecil.

Selain memuat beragam kisah inspiratif, buku ini pun menyertakan tips dan panduan mendampingi lansia. Ada tips merawat lansia, tips menjadi pendengar yang baik, tips ketika terjadi konflik, tips merawat orangtua yang lumpuh, dan tak ketinggalan tips menu sehat untuk lansia.
 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS